SELAYANG PANDANG PUSKESMAS KANDANGSERANG

Puskesmas Kandangserang merupakan wilayah Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan. Wilayah Kecamatan Kandangserang terletak dataran tinggi bagian selatan Kabupaten Pekalongan dengan batas :       7º 83’ - 7º 23’ Lintang Selatan dan antara 109º - 109º 78’ Bujur Timur.

Secara administrative wilayah Kecamatan Kandangserang dibagi menjadi 14 desa yaitu :

  1. Klesem
  2. Bodas
  3. Gembong
  4. Sukoharjo
  5. Garungwiyoro
  6. Bubak
  7. Bojongkoneng
  8. Luragung
  9. Kandangserang
  10. Wangkelang
  11. Lambur
  12. Tajur
  13. Karanggondang
  14. Trajumas

Wilayah kerja Puskesmas berbatasan dengan :

  1. Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kecamatan Kesesi dan Kajen 
  2. Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kecamatan Paninggaran
  3. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara 
  4. Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kabupaten Pemalang

Dilihat dari topografi desa di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang dari 14 desa yang ada merupakan desa dengan kategori desa yang berada di dataran tinggi atau pegunungan/perbukitan dengan kemiringan antara 5% - 60% dan semua desa masih dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat meskipun jarak tempuh dari desa ke desa ataupun dari desa ke pusat kecamatan jauh dengan medan yang agak sulit.

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Pembangunan Kesehatan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan Nasional karena menyentuh hampir disemua aspek kehidupan.Selain itu pembangunan kesehatan sangat terkait dan dipengaruhi oleh aspek demografi, aspek pertumbuhan social ekonomi, tingkat pendidikan serta lingkungan fisik dan biologis.

Keberhasilan pembangunan kesehatan adalah salah satu unsur penting penunjang keberhasilan pembangunan nasional. Hal ini disebabkan keberhasilan pembangunan kesehatan merupakan salah satu variable dalam mempercepat keberhasilan pembangunan disektor lain

Penjabaran dari pola umum pembangunan nasional dalam kesehatan yaitu melalui penerapan Sistem Kesehatan Nasional ( SKN ). Berdasarkan sistem ini upaya peningkatan kesehatan masyarakat diantaranya dilaksanakan dan dikembangkan melalui UPTD Puskesmas, Puskesmas Pembantu ( Pustu ) dan unit – unit penunjang kesehatan lainnya seperti PKD (Pos Kesehatan Desa) serta peran serta dari masyarakat yang tidak bisa ditinggalkan. Demikian juga untuk mengetahui keberhasilan pembangunan kesehatan digunakan indikator dalam rangka memantau derajat kesehatan yaitu dengan angka kesakitan (mortility Rate) dan angka kematian bayi/anak(Invent Mortility Rate/Chaild Mortelity Rate)dan anka kematian ibu.melahirkan (Mother Mortelity Rate)

Puskesmas adalah salah satu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan dan pemberdayaan kesehatan masyarakat yang membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu pada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk 18 kegiatan pokok, selain itu Puskesmas adalah sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan datasar yang terdekat dengan masyarakat, serta berwenang dan bertanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat.

Profil Kesehatan Puskesmas ini juga merupakan Informasi yang diberikan dan digunakan sebagai bahan. Pengambilan keputusan yang terkait dengan manajemen kesehatan yang dilakukan untuk perumusan masalah dan perencanaan yang tepat dan cepat terhadap prioritas pemecahan masalah yang merupakan bagian dari Sistem Informasi Kesehatan yang merupakan tatanan yang mencakup komponen input, proses dan output, serta out came

Oleh karena itu penataan kembali melalui penyediaan data sebagai informasi yang tepat sangat bermanfaat dalam pengembangan upaya kesehatan masyarakat merupakan sesuatu yang penting untuk dicermati. Keterkaitan lintas program maupun lintas sector harus diupayakan semaksimal mungkin dalam pembangunan kesehatan masyarakat yang bermutu, adil dan merata.

Profil Kesehatan ini yang merupakan acuan terhadap Perencanaan Program Puskesmas tahun berikutnya.Hal ini juga bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Puskesmas dalam menjalankan fungsinya.Penyusunan laporan ini berdasarkan analisis situasi kesehatan di Puskesmas Kandangserang selama kurun waktu tahun 2021. Metode dan cara pengumpulan data adalah pengambilan data sekunder terhadap laporan kegiatan di Puskesmas untuk mendapatkan semua informasi yang tepat.

Penyajian data dan informasi umum, lingkungan, perilaku masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, sehingga data tersebut dapat digunakan sebagai sarana penyedia informasi dalam rangka pelaksanaan kegiatan pokok Puskesmas Kandangserang.

Gambaran secara menyeluruh perkembangan Puskesmas Kandangserang dalam rangka mengidentifikasi masalah sehingga diharapkan dapat dijadikan pedoman bagi Puskesmas untuk memperbaiki diri di masa yang akan datang demi tercapainya pelayanan kesehatan yang bermutu sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

  1. Tujuan

Tujuan penyusunan Profil Kesehatan Puskesmas Kandangserang ini adalah sebagai berikut :

  1. Menyajikan data sebagai informasi umum dan lingkungan yang meliputi lingkungan fisik dan biologi, perilaku masyarakat terhadap kesehatan serta kependudukan dan social ekonomi.
  2. Menyajikan data sebagai informasi tentang status kesehatan masyarakat yang meliputi angka kematian, angka kesakitan dan status gizi masyarakat.
  3. Menyajikan data sebagai informasi mengenai upaya kesehatan yang mencakup kegiatan program Puskesmas dan sumber daya kesehatan.
  4. Manfaat

Manfaat dari data atau informasi seperti pada tujuan tersebut di atas anatara lain :

  1. Data/informasi yang ditampilkan dapat digunakan untuk mendukung system manajemen kesehatan pada setiap administrasi kesehatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi tahunan program – program kesehatan.
  2. Tersedianya wadah konsolidasi dan integrasi sebagai pemantapan system pencatatan dan pelaporan kesehatan dengan feed back terhadap pelaksana program dengan penentu kebijakan.
  3. Tersedianya data sebagai informasi awal dalam penyusunan laporan kesehatan di daerah satu tingkat diatasnya.
  4. Sebagai sarana penyedia data yang dapat digunakan untuk mengetahui seberapa jauh pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan.
  5. Tersedianya data yang bermanfaat untuk penyusunan dan dukungan anggaran agar upaya pengembangan sumber daya kesehatan dapat dilaksanakan dengan baik.
  6. Profil ini dapat digunakan sebagai Sistem Informasi Kesehatan yang bermanfaat bagi penentu kebijakan dan pengambilan keputusan dari Pemerintah Daerah.

 

BAB II

GAMBARAN UMUM

 

  1. Keadaan Geografis

Puskesmas Kandangserang merupakan wilayah Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan. Wilayah Kecamatan Kandangserang terletak dataran tinggi bagian selatan Kabupaten Pekalongan dengan batas :       7º 83’ - 7º 23’ Lintang Selatan dan antara 109º - 109º 78’ Bujur Timur.

Luas wilayah sebesar 77.37 km2  yang terdiri dari tanah sawah sebesar 1.547,028 Ha dan tanah kering 4.508,070 Ha.Luas penggunaan tanah sawah menggunakan irigasi yang sederhana.

Luas wilayah tersebut sebagian besar wilayahnya terdiri atas tanah dan areal persawahan.Relief tanah 80% sebagian besar terdiri atas dataran tinggi dengan ketinggian antara 325 M diatas permukaan air laut.

Secara administrative wilayah Kecamatan Kandangserang dengan terbitnya perda No. 6 Th. 2013 Kecamatan Kandangserang yang tadinya 12 desa menjadi 14 desa yaitu :

  1. Klesem
  2. Bodas
  3. Gembong
  4. Sukoharjo
  5. Garungwiyoro
  6. Bubak
  7. Bojongkoneng
  8. Luragung
  9. Kandangserang
  10. Wangkelang
  11. Lambur
  12. Tajur
  13. Karanggondang
  14. Trajumas
  15.  

 

Wilayah kerja Puskesmas Kandangserang terdapat 14 desa yang terbagi 64 dusun, 63 Rw dan 152 Rt  dengan jumlah kepala keluarga 7547 KK.

Batas wilayah kerja Puskesmas Kandangserang adalah sebagai berikut :

  1. Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kecamatan Kesesi dan Kajen 
  2. Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kecamatan Paninggaran
  3. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara 
  4. Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kabupaten Pemalang

Dilihat dari topografi desa di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang dari 14 desa yang ada merupakan desa dengan kategori desa yang berada di dataran tinggi atau pegunungan/perbukitan dengan kemiringan antara 5% - 60% dan semua desa masih dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat meskipun jarak tempuh dari desa ke desa ataupun dari desa ke pusat kecamatan jauh dengan medan yang agak sulit.

  1. Kependudukan

Berdasarkan data yang diperoleh dari petugas Statistik Kecamatan Kandangserang jumlah penduduk tahun 2021 adalah 33.974 jiwa, dengan jumlah penduduk laki – laki sebesar 16.896 jiwa  dan jumlah penduduk perempuan 17.078 jiwa . Jumlah rumah tangga  ( KK ) seluruhnya adalah 8.493,5 KK dengan rata – rata 4 jiwa per rumah tangga. Sedangkan kepadatan penduduk per Km² adalah 439 jiwa/Km².

Pertumbuhan ekonomi cukup baik karena sebagian besar penduduk menopang dari kegiatan jual beli hasil sawah dan kebun, disamping pertanian dan peternakan.Adapun prasarana perekonomian di Kecamatan Kandangserang terdapat toko, kios, warung , KUD dan warung makan minum.

Sebagian besar penduduk beragama islam, sehingga peranan ulama berpengaruh besar dalam membantu tercapainya program – program kesehatan masyarakat. Selengkapnya agama yang ada di wilayah Kecamatan Kandangserang adalah Islam sebesar 33.590 jiwa atau 99,97%, Kristen Protestan sebanyak 7 jiwa atau 0,02%, Kristen Katolik sebanyak 2 jiwa atau 0,005%. Sedangkan tempat peribadatan umat beragama yaitu 45 buah masjid dan 80 buah mushola.

Mata pencaharian penduduk usia 15 tahun keatas didapatkan 25.134 jiwa Petani padi polowija 6.778 jiwa, Hortikultura 35 jiwa, Perkebunan 47 jiwa,perikanan 20 jiwa,perternakan 168 jiwa,kehutanan 65 jiwa,pertambangan penggalian 27 jiwa,Industri 259 jiwa,Listrik Gas 4 jiwa,Kontruksi 1.510 jiwa,Perdagangan 345 jiwa,Hotel Restoran 217 jiwa,Transportasi 180,Komunikasi 5,Keuangan 6 jiwa,Jasa pendidikan 193 jiwa,Jasa kesehatan 23 jiwa,Jasa kemasyarakatan 325.

  1. Dependency Ratio

Jumlah rasio angka beban tanggapan ( Dependency Rate ) adalah sebesar 49,55 dan jumlah  Sex Rasio jenis kelamin sebesar 98,93. Untuk Penduduk usia produktif ( umur 15 – 64 th ) diwilayah kerja Puskesmas Kandangserang adalah sebesar 22.518 jiwa dan sisanya adalah penduduk usia non produktif (Umur 0-14 th) sabanyak 8.840 jiwa dan (Umur 65 th +) sebanyak 2.416 jiwa.

  1. Tingkat Pendidikan

Pendidikan penduduk usia 12 tahun ke atas yang telah tamat sekolah/pendidikan selama tahun 2021 di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang sebanyak 10.627 orang dengan rincian sebagai berikut : tamat SD N sebanyak 3.136 Orang, SLTP 1.127 Orang, SLTA 319 Orang,Sekolah menengah kejuruan 55 0rang,Diploma 1 dan diploma ll 19 orang,Akademi Diploma lll 38 orang,Universitas 300 orang,S2/S3 7 orang. Ada pun pendidikan penduduk yang lusan dari TPQ 4.020 orang, MDA 1.442 orang, MI 162 orang.

Banyaknya sarana pendidikan yang ada di tiap desa terdapat 62 sekolah yang terdiri dari :

  1. PAUD : 23 buah
  2. TK :   5 buah                                
  3. SD/MI : 27 buah
  4. SLTP :   6 buah
  5. SLTA :   1 buah
  6. Keadaan Lingkungan

Pengaruh kondisi lingkungan social ekonomi banyak berperan yang cukup besar dalam mempengaruhi  derajat kesehatan disamping perilaku masyarakat itu sendiri. Sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan lingkungan termasuk pula hygiene dan sanitasi sangat dipengaruhi oleh kebiasaan dan pola hidup masyarkat.Namun demikian sarana dan cakupan indicator kesehatan lingkungan dalam tahun 2021 mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

  1. Penyediaan Air Bersih

Sumber air bersih sebagian besar berasal dari mata air dengan menggunakan perpipaan atau selang sebanyak 6.927 KK, yang menggunakan sumur gali sebagai kebutuhan air sehari – harinya sebanyak 528 KK. Persediaan air bersih dengan sumur gali sebagai sumbernya dengan jumlah KK yang menggunakan yang diperiksa yang memenuhi syarat kesehatan sebanyak  528 KK atau 100 % dari jumlah KK yang punya sebesar 528 KK, seperti tertera dalam tabel 1.

  1. Sarana Buang Air Besar/WC, SPAL, Rumah Sehat, Sarana Pendidikan

Sarana buang air besar/WC di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang rata – rata menggunakan jamban keluarga, walau masih banyak pula yang belum mempunyai jamban keluarga dan membuang air besar di aliran sungai.

Adapun jumlah penduduk yang menggunakan jamban keluarga sejumlah 24.574 atau sebesar 100% yang memenuhi syarat kesehatan, dari 24.574 yang mempunyai jamban keluarga dari jumlah penduduk di wilayah Puskesmas Kandangserang. Untuk sarana air limbah yang memenuhi syarat kesehatan dengan jumlah SPAL sebesar 729 KK atau 42,70% dari jumlah KK yang mempunyai SPAL sebanyak 1.707 KK.

Keadaan rumah penduduk sebagai tempat tinggal merupakan indikator penting dalam pencapaian kesejahteraan kesehatan masyarakat. Dari jumlah rumah sekitar 7.533 buah, yang diperiksa sejumlah 2.455 buah dengan rumah sehat sebesar 1.154 buah atau 47,1 %.

Jumlah sarana pendidikan yang diperiksa sejumlah 8 tempat atau 21,51 % dari 34 sarana pendidikan yang ada di wilayah Puskesmas Kandangserang.

  1. Tempat Pembuangan Sampah Sementara ( TPS )

Untuk tempat pembuangan sampah sementara yang ada di wilayah Puskesmas Kandangserang terdapat 25 Buah TPS dan kesemuanya diperiksa, akan tetapi kesemuanya juga tidak memenuhi syarat kesehatan/sebagai TPS yang baik.

Pada umumnya TPS yang ada disetiap rumah penduduk mempunyai tempat sampah sendiri dengan cara menampung dengan drum bekas/menggali lobang di tanah dan langsung dibakar di dalam drum/lubang tersebut.

  1. TPM, TTU, Industri Rumahan dan Industri Kecil

TTU yang terdapat dan diperiksa di wilayak kerja Puskesmas Kandangserang terdapat 87 yang terdiri dari tempat sarana pendidikan SD/MI 27, SMP/MTS 6, SMA/MA 1, Tempat Ibadah 51, Pasar 1,

  1. Sarana Pendidikan, Sarana Ibadah dan Sarana Perkantoran

Sarana tempat pendidikan yang terdapat di wilayah Puskesmas Kandangserang sejumlah 34 sarana, sedangkan yang telah diperiksa/dibina sejumlah 8 tempat ( 20,51 % ). Untuk sarana ibadah yang telah di periksa /dibina sejumlah 13 tempat atau 16 % dari jumlah 125 tempat ibadah yang ada. Sedangkan sarana perkantoran terdapat 20 tempat, yang telah diperiksa dan dibina sejumlah 9 tempat atau 45 % dari sarana perkantoran yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Kandangserang.

  

BAB III

PEMBANGUNAN KESEHATAN DAERAH

 

Untuk mewujudkan visi pembangunan kesehatan di Kecamatan Kandangserang perlu memantapkan fungsi, peran dan kinerjanya yang bersifat komplementer guna mendukung kegiatan peningkatan upaya kesehatan secara optimal.

  1. Visi dan Misi
  2. Visi

Terwujudnya Masyarakat Yang Mandiri di Bidang Kesehatan Menuju Kecamatan Kandangserang Sehat

 

  1. Misi
    1. Menggerakan pembangunan berwawaskan kesehatan
    2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat melalui program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK)
    3. Memberikan pelayanan kesehatan yang profesional bermutu,merata dan terjangkau
    4. Meningkatkan kerjasama dalam bidang kesehatana antar lintas sektor jejaring dan jaringan
  2. Motto

Mitra Menjadi Sehat

  1. Strategi
  2. Pemerataan pelayanan di seluruh wilayah kerja Puskesmas Kandangserang.
  3. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan di semua tingkat pelayanan kesehatan.
  4. Peningkatan kinerja sumber daya manusia di lingkungan kesehatan.
  5. Peningkatan peran serta masyarakat.
  6. Perhatian khusus kepada pelayanan kesehatan kelompok masyarakat miskin.
  7. Program – Program Pembangunan Kesehatan
  8. Program Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Tujuan

  1. Menurunkan angka kematian bayi, balita dan ibu maternal.
  2. Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
  3. Meningkatkan cakupan pelayanan persalinan
  4. Meningkatkan cakupan pelayanan pada ibu hamil.
  5. Meningkatkan cakupan pelayanan pada ibu nifas.

Sasaran : Ibu Hamil, Ibu Nifas, Ibu Bersalin, Bayi dan Balita.

  1. Keluarga Berencana

Tujuan :

Meningkatkan pelayanan pada akseptor baru maupun akseptor aktif.

  1. Program Upaya Kesehatan

Tujuan :

  1. Menurunkan angka kesakitan penyakit.
  2. Menurunkan angka kematian akibat penyakit.
  3. Menekan terjadinya KLB.
  4. Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan.

Sasaran : Seluruh lapisan masyarakat.

  1. Program Perbaikan Gizi Masyarakat

Tujuan :

  1. Meningkatkan status gizi masyarakat.
  2. Meningkatkan pelacakan pada balita gizi buruk dan ibu hamil KEK.
  3. Meningkatkan cakupan Fe pada ibu hamil.
  4. Meningkatkan cakupan Vit A pada ibu Nifas.
  5. Meningkatkan cakupan Vit A pada bayi 6 – 11 bulan dan 1 – 5 tahun.
  6. Meningkatkan cakupan penimbangan balita di Posyandu.

Sasaran : Bayi, Balita, Ibu Hamil dan Ibu Nifas.

  1. Program Sumber Daya Kesehatan

Tujuan :

  1. Meningkatkan kualitas sumber daya kesehatan baik tenaga maupun sarana .
  2. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
  3. Meningkatkan pendidikan dan pelatihan pegawai.

Sasaran : Tenaga Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Kandangserang.

  1. Program Kesehatan Lingkungan

Tujuan :

  1. Terciptanya lingkungan yang sehat.
  2. Tercapainya perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam pemeliharaan perilaku sehat dan ligkungan sehat.
  3. Meningkatkan cakupan TTU dan TPM.

Sasaran : Seluruh Lapisan Masyarakat.

  1. Pemberantasan Penyakit Menular ( TB Paru, Kusta, ISPA, Diare, Malaria, DBD )

Tujuan :

  1. Meningkatkan penemuan kasus penderita secara dini.
  2. Meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan terhadap penyakit menular.

Sasaran : Masyarakat dan Pengunjung Puskesmas.

  1. Usaha Kesehatan Masyarakat

Tujuan :

  1. Meningkatkan kegiatan UKS dengan mengadakan penjaringan anak sekolah.
  2. Meningkatkan cakupan UKS di sekolah dari SD/MI sampai SMA.
  3. Meningkatkan cakupan pemeriksaan berkala pada murid SD/MI.

Sasaran : Anak Sekolah SD/MI, SLTP dan SLTA

  1. Usaha Kesehatan Gigi dan Mulut

Tujuan :

  1. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
  2. Meningkatkan cakupan UKGS di sekolah dan UKGM di masyarakat.

Sasaran : Masyarakat dan Anak Sekolah.

  1. Usaha Kesehatan Jiwa

Tujuan :

  1. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jiwa.
  2. Deteksi dini terhadap kasus kesehatan jiwa dan rujukannya.

Sasaran : Masyarakat dan Pengunjung UPTD Puskesmas.

  1. Kegiatan Perkesmas

Tujuan :

Melakukan kegiatan perawatan kesehatan pada masyarakat terutama pada kelompok resiko tinggi.

  1. Imunisasi

Tujuan :

Menurunkan angka kesakitan dan kematian pada sasaran.

Sasaran : Bayi, Anak SD/MI, Bumil dan Capeng.

  1. MTBS

Tujuan :

  1. Meningkatkan manajemen dalam rangka penanganan balita yang sakit.
  2. Menurunkan angka kesakitan dan kematian balita.

Sasaran : Anak Balita Usia 0 – 59 bulan

 

BAB IV

PENCAPAIAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

 

Berikut ini diuraikan tentang hasil – hasil yang telah dicapai Puskesmas Kandangserang selama tahun 2021 untuk memberikan gambaran tentang sejauh mana pencapaian pembangunan kesehatan yang telah dicapai dalam upaya menjadikan Kecamatan Kandangserang Sehat.

  1. Angka Kematian

Salah satu alat untuk menilai keberhasilan Program Pembangunan Kesehatan yang telah dilaksanakan selama satu tahun berjalan adalah dengan melihat perkembangan angka kematian dari tahun ke tahun, besarnya tingkat kematian dan penyakit yang terjadi dapat dilihat dari berbagai uraian berikut ini.

  1. Angka Kematian Bayi

Angka kematian bayi adalah banyaknya kematian bayi umur < 1 tahun per 1.000 kelahiran hidup pada waktu tertentu. Dari sejumlah 638 kelahiran terdapat 623 bayi hidup atau 76.5% selama tahun 2021, terjadi 15 kasus atau 23,5% dengan bayi lahir mati. Jumlah kematian bayi Prempuan jumlah 4 (13.0%) dari Kelahiran Hidup 303, sedangkan kematian pada balita Laki-Laki 11 (33,2%) dari kelahiran Hidup 320 Selama tahun 2021.

  1. Angka Kematian Ibu Maternal

Angka kematian ibu maternal menggambarkan status gizi dan kesehatan ibu, tingkat pelayanan terutama ibu hamil, ibu melahirkan dan ibu nifas. Dapat dilihat dari laporan KIA Puskesmas Kandangserang tahun 2021 tercatat tidak terjadi angka kematian ibu maternal baik ibu melahirkan dan ibu nifas. Ini menggambarkan bahwa masyarakat terutama ibu hamil dan ibu nifas mulai sadar akan kesehatan dan asupan gizi yang hasrus dipenuhi.

  1. Angka Kesakitan dan Keadaan Penyakit

Angka kesakitan atau morbiditas adalah jumlah orang yang terkena penyakit tertentu pada tahun 2021 per 100.000 penduduk.

  1. Penyakit Menular

Angka kesakitan penyakit menular yang diamati dengan jumlah kasus per 100.000 jumlah penduduk melalui Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas Kandangserang tahun 2021 tercatat adalah sebagai berikut :

  1. DHF : 0
  2. Malaria Klinis : 0
  3. TB Paru ( + ) : 32
  4. TB BTA             : 32
  5. Kusta : 2
  6. Diare             : 138
  7. Kholera : 2
  8. Disentri : 6
  9. Tifoid          : 74
  10. Pneumonia : 28
  11. Campak : 8
  12. Varicella : 96
  13. Hepatitis : 1
  14. Filariasis : 2

Upaya yang telah dilaksanakan terhadap upaya pemberantasan penyakit menular terutama pemberantasan terhadap penyakit TB Paru yang masih banyak dan kurangnya penemuan penderita di tingkat desa – desa. Selain itu dilakukan pertemuan di tingkat desa serta diadakan dengan agenda penyuluhan dan pelacakan/pencarian penderita suspect TB Paru. Kegiatan pelacakan/pencarian penderita suspect penderita TB Paru di tiap – tiap desa rutin dilakukan bersamaan dengan kegiatan Posyandu dan Pusling.

  1. Penyakit Tidak Menular

Angka Kesakitan untuk kasus penyakit tidak menular tahun 2021 menurut kasus baru adalah sebagai berikut :

  1. Neoplasma                                     : 23
  2. DM Tidak Tegaaantung Insulin : 116
  3. Gangguan Mental : 76
  4. Asma Bronchiale : 62
  5. Stroke : 6
  6. Hipertensi : 458
  7. Kecelakaan : 12
  8. Katarak : 9
  9. Gangguan Fungsi Hati : 0
  10. Gangguan Ginjal : 0
  11. Gangguan Prostat : 0
  12. Amnesia : 47
  13. Pola Penyakit Rawat Jalan

Sepuluh besar pola penyakit rawat jalan di Puskesmas Kandangserang tahun 2021 adalah sebagai berikut :

  1. Infeksi Kulit dan Jaringan Sub Cutan lain : 206
  2. Ispa             : 107
  3. Anemia       :  47
  4. Maag          : 253
  5. Diare dan Gastroentritis : 138
  6. TB Paru                           : 32
  7. Hipertensi Primer : 458
  8. Asma : 78
  9. Diabetus Militus           : 116
  10. Tifoid                            :  52

 

Jumlah pengunjung rawat jalan dari dalam wilayah Kabupaten Pekalongan sejumlah 17.742 pengunjung, sedangkan dari luar wilayah Kabupaten Pekalongan sejumlah 439 pengunjung,  dengan demikian rata – rata 34 pengunjung per hari. Pasien dengan rujukan rawat jalan 379 orang atau 3,03% dari jumlah pengunjung rawat jalan di Puskesmas Kandangserang.

Penduduk yang berobat menurut jenis pelayanan di Puskesmas Kandangserang terdapat 7.951 orang yang berobat di BP Umum ( 63,70% ), BP Gigi sebanyak 478 Orang ( 3,82% ), KIA sebanyak 3.863 ( 30,95% ).

Pelayanan di BP Gigi berupa tumpatan gigi tetap ataupun sementara serta pencabutan gigi tetap/gigi susu dan scalling mengalami peningkatan jumlah kunjungan pasien. Ini dikarenakan service atau pelayanan yang memuaskan serta meningkatnya kesadaran dari masyarakat akan kesehatan gigi dan mulut.

Disini dapat dilihat bahwa kunjungan berobat pengunjung lama maupun pengunjung yang baru meningkat dari tahun ke tahun sehubungan dengan Program Gratisisasi untuk masyarakat umum yang berobat di Puskesmas Kandangserang.

  1. Kejadian Luar Biasa

Sepanjang tahun 2021, tidak ada kejadian luar biasa di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang.

Penyakit menular dengan mengintensifkan kegiatan Surveilant atau pengamatan penyakit secara terus menerus perkembangan tiap minggunya sampai tiap bulannya.

  1. Status Gizi
  2. Status Gizi Buruk pada Bayi dan Balita

Status gizi pada balita yang diukur menurut BB/U dari 3160 jumlah balita yang ada diwilayah Kerja Puskesmas Kandangserang, meliputi :

  1. Gizi Buruk : 17
  2. Gizi Kurang : 208
  3. Gizi Baik : 2.857
  4. Gizi Lebih : 78
  5. Status Gizi pada Bumil

Jumlah ibu hamil yang diperiksa dan dipantau pada tahun 2021 tercatat 632 dari jumlah ibu hamil yang diperiksa perkiraan terdapat 283 bumil dengan Resiko Tinggi  dan bumil dengan anemi gizi besi terdapat 632 bumil atau 100%.

Seluruh ibu hamil telah mendapatkan pelayanan Fe 30 tablet sejumlah 632 bumil atau 100% dan ibu hamil yang mendapatkan Fe 90 tablet sebesar 632 bumil atau 100%. Adapun jumlah sasaran ibu hamil yang mendapatkan tablet tambah darah atau Fe sejumlah 632 bumil.

  1. Pemberian Vitamin A pada Bufas

Dari 14 desa dengan jumlah Bufas 625 yang ada. telah dilaksanakan pemberian vitamin A pada Bufas baik tahap pertama dan tahap kedua dengan jumlah pada tahap pertama telah diberikan 625 atau 100% dan tahap kedua sekitar 625 atau 100% dari 625 sasaran jumlah Bufas yang ada.

  1. PHBS

Dari laporan program PHBS didapati 14 desa dengan jumlah penduduk 37448 jiwa di tahun 2021 pelaksanaan jumlah KK dengan PHBS sebanyak 1.500 KK dengan perincian Sehat Pratama sebanyak 3 KK atau 0,2%, Sehat Madya sebanyak 413 atau 27,53%, Sehat Utama sebanyak 1.084 atau 72,26%.

Program Perilaku Hidup Sehat ( PHBS ) selalu digalakkan oleh Puskesmas Kandangserang terhadap seluruh masyarakat di wilayah Kerja UPTD Puskesmas. Meskipun perkembangannya sedikit lambat, namun pacuan yang diberikan oleh semua sector termasuk Puskesmas memperlihatkan hasil yang lumayan karena semua kriteria dapat secara jelas bisa dilaksanakan secara berangsur – angsur terhadap semua perubahan ke arah yang lebih baik. Menuju desa ODF.

  1. Posyandu

Jumlah posyandu di Wilayah Puskesmas Kandangserang berjumlah 69 pos posyandu, dibagi menjadi beberapa strata yaitu :

  1. Posyandu Pratama             :   0 Posyandu
  2. Posyandu Madya :  2 Posyandu
  3. Posyandu Purnama :  55 Posyandu
  4. Posyandu Mandiri :  12 Posyandu
  5. Rasio Sarana Kesehatan Dasar dan Rujukan

Sarana pelayanan kesehatan yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Kandangserang adalah sebagai berikut :

  1. Puskesmas Induk :   1 pos
  2. Puskesmas Pembantu :   3 pos
  3. Posyandu :  69 pos
  4. Posyandu Lansia :   14 pos
  5. PKD :   10 pos
  6. Puskesmas Keliling      :   14 pos

Rasio jumlah sarana kesehatan Puskesmas Kandangserang dengan jumlah penduduk 37448 adalah 0,0004, sedangkan rasio posyandu dengan jumlah desa 14 dan 69 Posyandu adalah 5,08 atau rata – rata tiap desa mempunyai 5 Posyandu. Ratio Pustu terhadap jumlah penduduk sebesar 0,0001.

  1. Persalinan Tenaga Kesehatan

Jumlah persalinan normal yang ditolong oleh tenaga kesehatan di tahun 2021 adalah 625 ibu bersalin dengan sasaran 632 ibu hamil, angka pencapaian sebesar 100 %. Pencapaian angka tersebut karena ibu – ibu yang mau melahirkan yang ditangani oleh tenaga kesehatan khususnya oleh dokter dan bidan.

Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja tenaga kesehatan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat akan pentingnya tenaga kesehatan dalam menangani persalinan.

  1. Imunisasi

Disamping sasaran ibu hamil, imunisasi juga ditujukan pada bayi dan anak sekolah serta WUS.Untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi dan anak perlu dilakukan program imunisasi dengan upaya PD3I.

Untuk sasaran imunisasi tahun 2021 terdiri dari 575 sasaran bayi dan 625 sasaran bumil untuk TT.

Untuk mendukung pelayanan imunisasi telah tersedia sarana yang meliputi : lemari es, vaksin carrier, termos kecil, cold pack, safety box serta dilengkapi dengan thermometer serta kartu pencatatan vaksin dan suhu.

Sedangkan bayi yang telah diimunisasi lengkap berdasarkan cakupan campak yaitu sebesar 575 atau 85,%, sedangkan hasil imunisasi DPT1 sejumlah 504 atau 87% dan jumlah cakupan imunisasi darar raya 492 (84,7%)

 

BAB V

KINERJA PEMBANGUNAN KESEHATAN

 

Beberapa indicator kinerja pembangunan kesehatan di Puskesmas Kandangserang sebagai berikut :

  1. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak

Cakupan kunjungan ibu hamil di tahun 2021 ini, kunjungan K1 sebesar 591 atau 99,66% dari sasaran 608, untuk K4 ibu hamil cakupannya sebesar 540 atau 93,09% ibu hamil.

Jumlah persalinan selama tahun 2021 adalah sebesar 625 Ibu bersalin dengan sasaran 625 sehingga angka pencapaian sebesar 100%.

Sedangkan dari kelahiran tersebut terdapat jumlah 625 kelahiran, 510 kelahiran dengan bayi hidup , terjadi 15 kasus  dengan kelahiran mati meninggal. Jumlah kematian bayi 0 – < 29 hari selama tahun 2021 sebesar 15 kematian.

  1. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

Jumlah ibu hamil yang dipantau di tahun 2021 tercatat 632 dari jumlah ibu hamil yang diperiksa sejumlah 34 bumil yang menderita kurang energy kronik ( KEK ) atau sebesar 5,84% dan ibu hamil dengan anemia gizi besi terdapat 632 atau 100.%

Cakupan balita BGM yang mendapat MP – ASI adalah 100%, artinya semua balita mendapatkan MP – ASI untuk meningkatkan gizi mereka selain diadakan penyuluhan gizi dan kesehatan.

Status gizi balita yang diukur menurut BB/U dari 3160 balita terdapat : gizi buruk : 17 balita ( 0,3% ), gizi kurang : 208 ( 5,57% ), gizi baik : 2857 balita          ( 89,85% ), gizi lebih : 78 balita ( 4,26% ).

  1. Keluarga Berencana

Dari jumlah 8215 pasangan usia subur ( PUS ) terdapat 8029 atau 83,08% dengan peserta KB baru dan peserta KB aktif.

Secara rinci dari jumlah 8029 orang aseptor KB yang menggunakan jenis alat kontrasepsi sebagai berikut :

Pesrta KB Baru :

  1. Suntik : 771 Akseptor
  2. Pil : 156 Akseptor
  3. IUD :  8 Akseptor
  4. Implant :  143 Akseptor
  5. Kondom :  11 Akseptor
  6. MOP :   1 Akseptor
  7. MOW :   19 Akseptor

Pesta KB Aktif :

  1. Suntik : 4751
  2. Pil : 749
  3. IUD : 100
  4. Implant : 1063
  5. Kondom : 25
  6. MOP : 107
  7. MOW : 125

Dari jumlah akseptor yang dilayani, keseluruhannya tidak ditemukan kasus dengan efek samping atau komplikasi.

  1. Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan

Dari jumlah pengunjung sejumlah 17.742 dengan rata – rata 49 pasien per harinya baik umum, ASKES ataupun ASKESKIN dengan rujukan rawat jalan 379 orang atau 3.03% dari jumlah pengunjung di Puskesmas Rawat Jalan Kandangserang yang tersebar di beberapa Rumah Sakit Pemerintah dan Rumah Sakit Swasta.

Penduduk yang berobat menurut jenis pelayanan di Puskesmas terdapat 17.742 orang. yang berobat di BP Umum sejumlah 11.752 Orang ( 63,70% ), BP Gigi 518 orang ( 3,82% ) dan KIA sejumlah 5.472 orang ( 30,95% ) dari jumlah penduduk 37.448 jiwa.

Pelayanan di BP Gigi seperti tumpatan gigi tetap/sementara, pencabutan gigi susu, gigi tetap mengalami peningkatan jumlah pengunjung/pasien selama tahun 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Jumlah pengunjung baru maupun lama yang datang ke Puskesmas menurut desa sebesar 17.742 kunjungan dengan pengunjung per 100.000 penduduk didapati 49,2833333 perharinya.

  1. Sumber Daya Kesehatan

Sumber Daya Kesehatan yang terdapat di Wilayah Puskesmas Kandangserang  meliputi : Tenaga Kesehatan, Sarana Kesehatan, Pembekalan Kesehatan, Pembiayaan Kesehatan, Pengelolaan Kesehatan serta Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

  1. Tenaga Kesehatan dan penunjang kesehatan

Jumlah Tenaga Kesehatan dan penunjang kesehatan yang ada sebanyak 73 orang yang terdiri dari PNS, CPNS dan PTT,BLUD,BOK, terdiri dari tenaga Kepala Puskesmas 1 orang, Kabag TU 1 orang, Dokter Umum 2 orang, Perawat 16 orang, Bidan   17 orang, Bidan Desa 12 orang, Petugas Gizi 2 orang, HS 1 orang, Laborat 1 orang, Perawat Gigi 1 orang, Asisten Apoteker 2 orang, Sopir 2 orang, Jaga Malam 1 orang dan 8 orang tenaga Administrasi umum, RM 2 orang.Sanutarian 2 orang,Promkes 2 Orang.

Rasio tenaga medis per 100.000 penduduk sebesar 0,00, rasio tenaga Perawat/Bidan 89,28, Tenaga Gizi 2,97, Tenaga Kesehatan Lingkungan 2,97 Tenaga Asisten Apoteker 2,97, Tenaga Laboratorium 2,97 dan Tenaga Administrasi 2,97.

 

  1. Sarana Kesehatan

Sarana kesehatan yang ada di wilayah Kerja Puskesmas Kandangserang dalam meningkatkan Upaya Kesehatan yang merupakan salah satu factor keberhasilan pelayanan kesehatan pada masyarakat.

Adapun jenis dan jumlah sarana maupun prasarana antara lain :

No

Jenis Sarana dan Prasarana

Jumlah

1.

Puskesmas Induk

1 buah

2.

Puskesmas Pembantu

3 buah

3.

Puskesling/Ambulance

3 buah

4.

PKD

10 buah

5.

Sepeda Motor

9 buah

6.

Posyandu Lansia

14 buah

 

  1. Pembiayaan Kesehatan

Sumber – sumber alokasi dana / anggaran dalam rangka upaya kesehatan terhadap pembiayaan kegiatan – kegiatan program – program yang didanai di Puskesmas Kandangserang berasal dari :

  1. Dana BLUD (Kapitasi,Non kapitasi)
  2. DAK Non Fisik (BOK,Jampersal)

Pemanfaatan anggaran tersebut sangat membantu kelancaran kegiatan program kegiatan yang ada di Puskesmas termasuk kegiatan pokok UPTD Puskesmas.Anggaran Jamkesmas digunakan untuk kegiatan pelayanan kesehatan dasar didalam dan diluar gedung serta untuk pertolongan persalinan pada keluarga miskin sehingga sangat membantu dalam peningkatan pelayanan kesehatan khususnya kepada masyarakat miskin.

 

BAB VI

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Pada tahun 2021 ini Puskesmas Kandangserang secara umum hasil cakupan kegiatan belum semua dapat menunjukkan hasil pembangunan kesehatan yang optimal, hal ini karena adanya beberapa kendala yaitu dari setiap program belum semua dapat dijalankan terbentur keterbatasan pembiayaan, sumber daya serta sarana dan prasana yang kurang memadai. Namun demikian ada juga beberapa program yang sudah menunjukkan keberhasilan dalam melaksanakan kegiatan dengan baik sesuai dengan target dan sasaran.

Upaya – upaya kesehatan yang telah dijalankan merupakan bagian integral dalam meningkatkan derajat kesehatan serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara menyeluruh.Dukungan serta perlunya peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam memenuhi tuntutan perkembangan pembangunan di bidang kesehatan.Oleh karena itu upaya tersebut perlu dibina dan mendapat perhatian yang berkesinambungan dan lebih serius karena merupakan kebutuhan masyarakat.

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa tahun 2021 ini terjadi peningkatan pencapaian pembangunan kesehatan.Sudah banyak kegiatan yang menunjukkan hasil yang memuaskan.Upaya peningkatan dan perbaikan derajat kesehatan masyarakat, upaya pelayanan kesehatan, yang merupakan bagian pelaksanaan pembangunan kesehatan sudah terlaksana secara optimal dengan hasil yang cukup memuaskan.

Beberapa program kesehatan masih ada yang perlu perhatian dan penanganan yang lebih serius karena pembangunan kesehatan tetap merupakan kebutuhan masyarakat yang perlu ditingkatkan terus – menerus sesuai dengan perkembangan Pembangunan Nasional.

Profil Kesehatan Puskesmas Kandangserang bertujuan untuk memberikan gambaran / informasi tentang kegiatan dan hasil – hasil yang telah dicapai oleh Puskesmas Kandangserang dalam rangka meningkatkan kemampuan manajemen kesehatan secara behasil guna dan berdaya guna. Namun demikian meskipun buku profil kesehatan ini sudah diupayakan semaksimal  mungkin namun kami masih merasa banyak kekurangan karena adanya hambatan diantaranya, disebabkan karena banyak tabel – tabel baru yang dalam kegiatan program belum tercover secara maksimal dan juga karena keterbatasan tim penyusun.

  1. Saran

Untuk meningkatkan kualitas Buku Profil Kesehatan ini di tahun – tahun mendatang, yang harus diperhatikan adalah perlunya dilakukan penyesuaian format tabel – tabel yang ada dalam profil dengan yang ada dilaporan tiap pemegang program.Juga diupayakan peningkatan kemampuan dan keterampilan petugas dalam penyusunan profil kesehatan.

Hal – hal yang perlu mendapat perhatian khusus dalam rangka meningkatkan kualitas dalam penyusunan Profil Kesehatan adalah sebagai berikut :

  1. Peningkatan kemampuan dan keterampilan khususnya bagi petugas dalam menggali sumber data yang valid dan akurat.
  2. Bagi pemegang program dalam penyusunan laporan bulanan harus terus tertib administrasi sehingga memudahkan dalam entri data laporan masing – masing.
  3. Perlu diadakan pelatihan bagi petugas penyusun profil kesehatan sehingga setiap Puskesmas dapat menampilkan data dan format yang baku.
  4. Peningkatan ketepatan dan kedisiplinan dalam penyusunan laporan untuk mendukung pembuatan profil.

Demikian Buku Profil Kesehatan Puskesmas Kandangserang Tahun 2021 ini kami buat, dengan menyadari masih banyak kekurangan atau kesalahan yang luput dari pengamatan kami, kami selaku tim penyusun mohon maaf yang sebesar – besarnya, kritik dan saran sangat kami harapkan.