Admin
Jumat, 9 September 2022
SUNAT PEREMPUAN/PEMOTONGAN DAN PELUKAAN
GENITALIA PERMPUAN (P2GP) DI INDONESIA
Female Genital Mutilation (Sunat Perempuan) adalah segala bentuk pemotongan alat kelamin perempuan, baik sebagian maupun seluruh dengan alasan di luar dari kepentingan pengobatan. hal ini terbukti tidak memiliki manfaat medis dan merupakan bentuk kekerasan terhadap perempuan yang melanggar HAM.
Dampak Pemotongan dan pelukaan genitalia Perempuan (P2GP) à Kaidah bioetik “Non Maleficience”
Sumber: WHO (2000), IPPF (2001) dalam Population Council (2002-2003), Factsheet WHO
P2GP dalam Perspektif Hukum Indonesia, Melanggar hak anak: kelangsungan hidup, tumbuh-kembang, perlindungan darin kekerasan dan diskriminasi, hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, memperoleh pelaynan kesehatan, dan hak sama di depan hukum.
Pencegahan Tindakan P2GP, Media KIE: Integrasi informs terkait pencegahan KtPA (termasuk P2GP) ke dalam buku dan pedoman yang ada (Buku KIA, Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Bagi Korban KtPA dan TPPO). Penyusunan lembar balik dan pedoman pencegahan praktik P2GP
Sosialisasi: Pencegahan praktik P2GP bagi tenaga kesehatan
Advokasi: Koordinasi dan pelibatan lintas sector, toma/toga dalam edukasi masyarakat.
p2GP bukan merupakan tindakan yang perlu dilakukan atas indikasi medis dan belum terbukti bermanfaat bagi kesehatan
p2GP bertentangan dengan upaya perlindungan dan pemenuhan kesehatan reproduksi perempuan serta pencegahan segala bentuk kesehatan perempuan dan anak
Upaya penmcegahan P2GP perlu dilakukan secara msif kepasa semua pihak melalui peningkatan edukasi masyarakat, toma/toga, dan petugas kesehatan
Harapan, Tenaga kesehatan agar paham ndan bersedia berperan aktif dalam pencegahan KtPA termasuk P2GP dalam bentuk apapun
Tenaga kesehatan agar aktif mrlakukan edukasi kepada masyarakat dalam oencegahan P2GP
Lintas Sektor agar aktif melakukan soisialisasi pencegahan P2GP kepada masyarakat, terutama DInas Keehatan bersama denga Dinas PPA, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kelompok pemuda.
written by: Zulfa Faiqoh
|
Jangka Pendek |
Jangka Panjang |
|
Komplikasi |
Kerusakan jaringan |
|
Nyeri berlebihna |
Nyeri kronis dan infeksi |
|
Syok Perdarahna |
Jaringan parut dan keloid |
|
Pembengkakan jaringan genitalia |
Nyeri saat berhubungan seksual |
|
Demam |
Berkurangnya hasrat seksual |
|
Infeksi |
Infeksi saluran kemih |
|
Masalah berkemih |
Peningkatan resiko komplikasi persalinan dan kematian bayi baru lahir |
|
Pelukaan jaringan sekitar Genitalia |
Kebutuhan operasi lbih lanjut, bahkan berulang |
|
|
Masalah psikologis |