Admin
Jumat, 16 Desember 2022
DEKLARASI IBU HAMIL INDONESIA
DALAM MENCEGAH ANAK STUNTING
Kandangserang ( 16 / 12 / 2022). Pemerintah menargetkan penurunan angka stunting melalui gerakan ibu hamil sehat. Upaya ini termasuk dalam intervensi spesifik stunting sebelum kelahiran. Target penurunan stunting tahun 2024 adalah 14% dari 24,4% tahun 2021; atau sekitar 3,5% per tahun sesuai dengan target presiden Joko Widodo. Pemerintah telah memetakan ada 12 provinsi prioritas penurunan stunting yang memiliki jumlah atau prevalensi tertinggi stunting.
Intervensi spesifik stunting perlu dilakukan sebelum dan setelah kelahiran. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan ada 23% bayi yang lahir di Indonesia dalam keadaan stunting. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi gizi ibu hamil sejak masa remaja, termasuk tingginya anemia pada ibu hamil dan remaja putri. Seetelah lahir angka stunting meningkat signifikan pada usia 6-23 bulan sebesar 1,8 kali dikarenakan kurangnya asupan protein hewani serta pola pengasuhan makanan (parenting) yang tidak tepat.
“Kita ingin memastikan bahwa angka 23% ini turun melalui gerakan bumil sehat. Kita saat ini fokus pada sebelum lahir sehingga awal kehidupan bisa diawali dengan baik untuk anak kita” Dirjen Kesehatan masyarakat dr. Maria Endang Sumiwi, MPH.
Intervensi spesifik tersebut meliputi intervensi yang dilakukan sebelum lahir dan setelah lahir. Intervensi spesifik sebelum lahir dilakukan pada remaja putri dan ibu hamil dan setelah lahir pada balita.
Adapun isi dari Deklarasi Adalah
1. Melakukan pemeriksaan kesehatan
sedikitnya 6 kali selama kehamilan.
2. Meminum Tablet Tambah Darah (TTD) dan
makan makanan sehat sesuai porsi yang
dianjurkan.
3. Melahirkan di fasilitas pelayanan kesehatan
4. Melakukan inisiasi menyusu dini (IMD), dan
memberikan ASI saja kepada bayi sampai
usia 6 bulan
5. Memberikan makanan pendamping sesuai
dengan kebutuhan dan perkembangan
bayi
6. Melakukan pemantauan tumbuh kembang
anak di Posyandu setiap bulan
7. Memberikan imunisasi dasar lengkap pada
bayi
8. Menerapkan perilaku hidup bersih dan
sehat (PHBS)
Editor Ulil Amri